Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengatasi Resiko Usaha Laundry

Cara Mengatasi Resiko usaha laundry - Jika Anda berniat untuk memulai bisnis usaha laundry namun masih bingung untuk Mengatasi Resikonya, yuk simak dulu artikel yang akan dijelaskan selengkapnya di bawah ini.

Cara Mengatasi Resiko Usaha Laundry

Bisnis laundry masih cukup diminati hingga saat ini, terutama bagi para pengusaha kecil menengah. Terbukti dengan banyaknya usaha laundry yang tersebar di kawasan pemukiman.

Jenis usaha ini memang cukup menguntungkan karena masih banyak orang yang membutuhkan. Bisnis ini juga sering menjadi pilihan bisnis pertama para TKI yang baru pulang ke kampung halaman dan ingin mencoba merintis dunia bisnis.

Mau Bisnis Laundry, Apa Saja Keuntungannya dan Resikonya ?

Bisnis laundry merupakan bisnis jasa yang banyak diminati saat ini. Apalagi padatnya kehidupan sehari-hari, seringkali membuat orang tidak punya waktu untuk sekedar mencuci pakaian. Oleh karena itu, layanan laundry juga menjadi pilihan.

Selain masih dibutuhkan, ada juga beberapa alasan lain untuk Anda menjalankan bisnis yang satu ini.

Memiliki risiko kerugian yang lebih rendah - Bisnis laundry memang merupakan bisnis yang memiliki resiko kerugian yang lebih kecil karena masih banyak orang yang membutuhkan. Apalagi bisnis ini relatif mudah dikelola dan peralatannya juga mudah didapat.

Meski tanpa karyawan tetap bisa dijalankan - Dalam prakteknya, bisnis laundry bisa dilakukan sendiri. Jika dirasa pelanggan yang datang tidak terlalu banyak dan pakaian yang harus dicuci masih bisa ditangani sendiri, maka kebutuhan pegawai tidak terlalu dibutuhkan. Hal ini tentunya cukup baik untuk menekan pengeluaran.

Namun, jika bisnisnya sangat berkembang dan lebih banyak pelanggan datang. Jadi untuk menjaga kinerja, Anda bisa menggunakan tambahan karyawan.

Bisa dilakukan di rumah - Keuntungan lain dari bisnis laundry adalah dapat dijadikan sebagai bisnis rumahan yang menjanjikan, sehingga tidak perlu menyewa tempat lain. Apalagi mesin cuci kini sudah dilengkapi dengan timer otomatis sehingga Anda bisa mencuci sambil melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Target pasar yang cukup besar - Hal ini berbeda dengan bisnis seperti pencucian sepeda motor yang target pemasarannya hanya terfokus pada pemilik kendaraan bermotor. Bisnis laundry memiliki target pasar yang lebih besar, seperti pelajar, pekerja kantoran, dan pasangan keluarga yang sibuk bekerja.

Baca juga : Perhitungan Laba Rugi Usaha Laundry

Berbagai kendala dan resiko dalam bisnis laundry

Setiap kali Anda memulai bisnis, tentu Anda akan menghadapi berbagai jenis hambatan. Berikut ini kendala-kendala yang biasa dialami saat melakukan bisnis laundry.

Berikut adalah Cara Mengatasi Resiko usaha laundry

Cara mengatasi Resiko Jika Mesin cuci rusak - Mesin cuci dan peralatan elektronik lainnya tentunya tidak selalu memiliki kondisi yang baik, akan ada kalanya mesin tersebut mengalami kerusakan. Oleh karena itu, siapkan dana darurat yang khusus digunakan untuk menghadapi hal-hal tersebut dan jangan lupa untuk melakukan perawatan rutin.

Cara Mengatasi Resiko Keluhan dari konsumen - Tentu tidak semua pelanggan puas dengan bisnis laundry Anda. Ada pelanggan yang melakukan komplain mulai dari rusak, kotor, tidak wangi, kusut, pakaian hilang, hingga pakaian pelanggan lainnya.

Kendala seperti ini tentunya harus Anda atasi setenang mungkin dengan mengecek barang yang dimaksud. Jika perlu, berikan juga layanan khusus sebagai kompensasi. Dengan begitu pelanggan tidak akan memperbesar masalah yang terjadi dan tetap menjadi pelanggan yang loyal.

Cara Mengatasi Resiko Banyak orang sudah memiliki mesin cuci sendiri - Mesin cuci bukan lagi barang mewah, Anda bisa mendapatkan berbagai merek dengan harga yang relatif terjangkau dan dengan metode pembayaran yang beragam, mulai dari tunai maupun kredit. Oleh karena itu, carilah lokasi yang tepat agar target pasar yang dituju tepat sasaran.

Kesimpulan : 

Memulai bisnis laundry tentu menjanjikan dan berpotensi memberikan banyak keuntungan. Namun pada kenyataannya, kami masih membutuhkan kesabaran dan keikhlasan agar bisnis dapat terus berkembang dan membuka peluang serta membuka cabang baru nantinya.