Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengambil Keuntungan Jual Sembako

Cara mengambil keuntungan jual sembako -  Kamu harus tahu dulu sebelum mengambil keuntungan jual sembako. Berapa harga termurah yang ada di pasaran atau berapa perkiraan harga termurah yang ada di pasaran.  Patokannya antara Rp. 100-300. Dengan strategi ini keuntungan yang bisa didapatkan adalah jika harga anda dibawah harga pasar akan terkesan lebih murah walaupun sebenarnya sedikit berbeda atau jika harga diatas harga pasar terkesan tidak mahal. 

Cara Mengambil Keuntungan Jual Sembako

Sebagai contoh - harga beras termurah di pasaran adalah 6500 sedangkan beras modal per liter adalah 6000 berarti anda bisa menerapkan harga dibawah pasaran Misal Rp. 6400 atau Rp. 6300 padahal selisihnya Rp. 100/200 tapi sepertinya harganya murah (apalagi kalau nomor depannya beda, misal 7000 dan 6900). 

Misal, harga Simas Palmia paling murah adalah Rp. 3500. Karena mungkin agen langganan anda mahal atau anda beli eceran, jadi bisa jadi harga tersebut sebenarnya harga modal agen agar harga anda tidak terkesan mahal, anda bisa memberikan harga Rp. 3700 atau Rp. 3800.

Cara menentukan dan mengambil keuntungan jual sembako adalah dengan memperbanyak jumlah pembeli dan jumlah barang yang terjual atau bisa juga banyak pembeli yang sudah membeli barang tersebut kemudian membeli barang yang sama lagi dan tidak ada yang mengeluh dengan tingginya harga.

Strategi ini fleksibel, tidak harus seperti itu, Anda bisa mengubahnya sesuai dengan kondisi toko kelontong / sembako dan mempertimbangkan faktor lokasi yang strategis atau tidak karena sangat menentukan keberhasilan.

Dengan mengetahui cara menentukan harga grosir sembako dan eceran, pengusaha bisa mulai menjual produknya ke pasar. Namun, salah satu pertanyaan yang sering diajukan adalah jenis bisnis mana yang lebih menguntungkan?

Baca juga : Cara menghitung KEUNTUNGAN toko kelontong

Sebenarnya bisnis sembako grosir dan eceran sama-sama menguntungkan jika dijalankan dengan baik - Jika hanya dilihat dari margin keuntungan per satu penjualan, sistem retail memang lebih menguntungkan. Namun perlu diingat bahwa untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, pemilik usaha harus bisa menjual semua produknya secara eceran.

Di sisi lain, jika menggunakan sistem grosir sembako, keuntungannya tidak akan sebesar eceran. Namun, perputaran barang dan uang juga lebih cepat karena jumlah yang terjual lebih banyak dalam satu waktu. Jadi, bisa lebih menguntungkan daripada sistem retail.

Untuk permodalan, bisnis sembako tidak membutuhkan modal yang besar karena jumlah produk yang dihasilkan tidak sebanyak bisnis grosir. Jadi ruang yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis sembako tidak perlu besar. Di sisi lain, untuk usaha grosir, modal dan tempat yang dibutuhkan tentu lebih besar.

Kesimpulan :

Cara mengambil keuntungan jual sembako adalah dengan menghitung harga jual, pastikan untuk menghitung harga pokok produksi dengan benar. Selain itu, tentukan nilai harga jual sembako yang diinginkan.

Agar tidak melakukan kesalahan dan merugi di kemudian hari, ketahuilah terlebih dahulu cara menentukan harga grosir dan eceran sembako yang benar. Jangan lupa juga untuk melakukan survey harga dengan yang ada di pasaran. Dengan begitu, pemilik usaha bisa mengetahui apakah harga jualnya terlalu mahal atau tidak.