Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Kerja Generator AC dan DC

Cara Kerja generator AC dan DC - Secara sederhana cara kerja generator AC dan DC adalah untuk mengubah gerak atau energi kinetik yang diperoleh dari suatu sumber menjadi energi listrik sebagai keluarannya.

Cara Kerja Generator AC dan DC

Saat ini keberadaan genset / generator sudah tidak asing lagi bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Alat ini memiliki banyak manfaat dan berperan penting dalam hal penyediaan tenaga listrik terutama pada kondisi atau daerah yang belum mendapat aliran listrik. Namun bagaimana prinsip atau cara kerja mesin genset ini? Sebenarnya prinsip kerja dari generator listrik ini cukup sederhana dan mudah untuk dipahami, apalagi jika kita mengetahui aplikasi penggunaan generator dalam kehidupan sehari-hari.

Perlu dicatat bahwa generator tidak menghasilkan listrik, hanya mengubah satu bentuk energi menjadi energi lain. 

Lalu bagaimana proses suatu energi gerak menjadi energi listrik? 

Generator ac dan dc bekerja dari Aliran muatan listrik dan dapat diinduksi dengan menggerakkan penghantar listrik (kawat yang mengandung muatan listrik) dalam medan magnet. Gerakan ini menciptakan perbedaan tegangan antara kedua ujung kawat atau konduktor yang menyebabkan muatan listrik mengalir dan menghasilkan arus listrik.

Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk menciptakan energi listrik diperlukan adanya medan magnet yang berputar di sekitar kumparan atau kawat. Medan magnet yang dimaksud di sini adalah komponen yang memiliki garis gaya magnet seperti magnet permanen atau kumparan.

Baca juga : Cara Menyambung Jalur Kabel Kapasitor Pompa Air Shimizu

Untuk lebih memahami cara kerja Cara Kerja generator AC dan DC, kenali dulu komponen-komponen utamanya yaitu :

1. Bingkai Stator

Rangka stator adalah badan utama atau badan generator yang umumnya terbuat dari baja.

2. Stator (Magnet Permanen)

Stator adalah komponen yang berfungsi sebagai gaya gerak listrik yang diinduksi dan menghasilkan medan magnet. Stator terbuat dari bahan feromagnetik yang tersusun berlapis-lapis dan terdapat alur-alur untuk belitan stator. 

3. Rotor (Kawat Tembaga Coil)

Rotor adalah bagian generator yang berputar yang terdiri dari kumparan yang dililitkan pada inti atau inti besi yang terletak pada celah udara pada stator. Rotor ini bekerja dengan cara berputar di dalam atau di tengah medan magnet.

Baca juga : Mengenal Perbedaan Bosch Pump Dan Injection Pump

Konstruksi Generator Ac dan Dc dan Sistem Kerjanya

Dari penjelasan komponen-komponen di atas, rotor merupakan kumparan yang berputar dan stator merupakan medan magnet yang diam (statis). Posisi rotor tepat di tengah medan magnet yang terbentuk di stator.

Ketika ada energi yang memutar rotor, di situlah garis-garis gaya magnet memotong kumparan. Sehingga akan tercipta beda potensial antara kedua kutub kumparan yang menghasilkan arus listrik.

Berikut adalah Cara Kerja generator AC dan DC

1. Cara kerja generator AC

Pada generator AC saat kumparan berputar akan terjadi aliran arus bolak-balik karena hal ini sesuai dengan metode Fleming maka gerakan pada salah satu sisi kumparan akan naik turun (saat berputar). Proses inilah yang membuat ujung-ujung kumparan dapat berperan sebagai ujung positif dan ujung negatif.

2. Cara Kerja generator DC

Cara kerja Kedua generator tersebut adalah Brush A yang berfungsi sebagai brush positif dimana pada sisi ini arus mengalir hanya pada arah yang sama, Sedangkan sikat B bertindak sebagai sikat negatif.

Generator tipe DC memiliki kumparan dengan 2 ujung (ujung positif dan negatif). Namun pada genset jenis ini tidak terdapat slip ring, melainkan ring yang dibelah menjadi dua dengan 2 buah sikat yang terletak di kiri dan kanan.

Baca juga : 9 Komponen Bosch Pump Dan Fungsinya

Perbedaan Cara Kerja generator AC dan DC

Bedanya cara kerja dengan generator tipe AC adalah pada generator DC, kedua ujung kumparan akan bergantian menyentuh kedua sikat. Dengan demikian, aliran arus negatif dan positif akan dipisahkan oleh kedua sikat ini, dan dihasilkan arus listrik searah.

Secara umum, kedua jenis generator ini memiliki konstruksi yang sama namun Perbedaannya terletak pada area ujung, tepatnya pada sambungan antara kumparan dan kabel keluaran. Pada generator AC, slip ring memiliki bentuk ring penuh, sedangkan pada generator DC memiliki split ring.

Pada generator tipe AC terdapat 2 ring yang dihubungkan oleh sikat yang disebut slip ring. Dua slip ring dihubungkan ke masing-masing ujung kumparan. Konstruksi jenis ini membuat kedua ujung kumparan tidak saling bersentuhan (hanya dihubungkan pada satu slip ring secara terus menerus). Salah satu sikat akan menghasilkan arus kosinus sedangkan sikat lainnya akan bertindak sebagai ground.

Berikut ini adalah beberapa kegunaan genset ac dan dc dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1. Pembangkit listrik PLN, apapun input sumber energi yang digunakan, pada akhirnya menggunakan generator.
  2. Alternator pada mobil berfungsi untuk mengubah sebagian energi gerak dari putaran mesin menjadi energi listrik untuk mensuplai kebutuhan listrik kendaraan.
  3. Genset / generator juga sering digunakan untuk menghasilkan energi listrik dengan bantuan mesin diesel. Genset ini sering digunakan untuk mensuplai kebutuhan listrik untuk acara outdoor, remote area atau kebutuhan industri.