Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyebab Tiba-tiba Ada Tagihan Kartu Kredit Dan Cara Mengatasinya

Tiba-tiba ada tagihan kartu kredit  - Jika ada tagihan kartu kredit secara tiba-tiba tentunya membuat nasabah mengalami kerugian material, baik dalam jumlah kecil maupun besar, tentunya akan berdampak pada keuangan. Lantas langkah apa yang harus dilakukan setelah mengetahui kartu kredit tersebut mengalami transaksi yang mencurigakan atau telah dibobol? 

Penyebab Tiba-tiba Ada Tagihan Kartu Kredit Dan Cara Mengatasinya

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kriminal terkait pencurian kartu kredit semakin marak terjadi. Kecanggihan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif dengan mempermudah siapa saja dalam melakukan transaksi digital tetapi juga memberikan dampak negatif yang cukup merugikan. Misalnya bisa membuat orang yang tidak bertanggung jawab bebas melakukan kejahatan, termasuk membobol kartu kredit.

Memiliki kartu kredit memang memberikan banyak keuntungan. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan kartu kredit yang tidak bisa dilakukan dengan kartu debit, yang tentunya membuat pengguna enggan untuk beralih darinya. Namun pernahkah Anda mengira tagihan kartu kredit Anda tiba-tiba membengkak, padahal transaksi yang Anda lakukan biasa saja? Ini patut dicurigai sebagai indikasi bahwa kartu kredit Anda telah diretas.

Baca juga : Jika Rekening Terblokir Apakah Masih Bisa Menerima Transfer 

Berikut adalah Penyebab Tiba-tiba ada tagihan kartu kredit dan cara mengatasinya

1. Hubungi Bank Penerbit Kartu Kredit

Ketika Anda menemukan kartu kredit Anda memiliki tagihan yang tidak masuk akal, perlu diingat bahwa panik bukanlah solusi yang cerdas. Tetap tenang dan coba hubungi Customer Service bank penerbit kartu kredit yang Anda gunakan. Laporkan bahwa transaksi tersebut tidak dilakukan oleh Anda, dan bank biasanya akan segera melacak transaksi tersebut. Dan berikan penjelasan rinci tentang RUU yang ada dan jika bukan Anda yang melakukannya. Segera minta diblokir pada kartu kredit agar tidak disalahgunakan lebih lanjut yang dapat merugikan keuangan Anda.

2. Segera menghubungi Customer Service / Call Center

Setelah menghubungi Customer Service, biasanya pihak bank akan memberikan rekomendasi, jika memang Anda tidak melakukan transaksi maka Anda bisa mengajukan sanggahan atas transaksi yang terjadi menggunakan kartu kredit tersebut. Anda dapat meminta formulir penafian dari bank Anda dan mengirimkannya kembali melalui email atau langsung ke alamat bank Anda. Meski memakan waktu, surat ini berguna untuk menolak transaksi sehingga Anda tidak perlu membayar nominal yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya.

3. Minta Kartu Kredit Pengganti

Jika sanggahan sudah disampaikan, maka Anda bisa bernapas sedikit lebih lega, meski tidak sepenuhnya. Sebab, pihak bank masih akan mengusut kebenaran dugaan indikasi pencurian tersebut. Oleh karena itu Anda harus bersabar dan terus memperjuangkan hak Anda. Sambil menunggu, Anda bisa mengajukan permohonan penggantian kartu kredit fisik dengan kartu baru. Pastikan saat mendapatkan kartu kredit baru, Anda berhati-hati dan teliti dalam menyetel PIN kartu kredit. Dan coba pilih PIN yang berbeda dari kartu sebelumnya. Pilih PIN dengan kombinasi unik agar tidak mudah putus di kemudian hari.

4. Buat Laporan Ke Polisi

Laporan ke Polisi diambil ketika Anda mengalami kehilangan kartu kredit sebagai upaya hukum. Hal ini dilakukan untuk melengkapi surat sanggahan kepada pihak bank, karena tidak menutup kemungkinan bila kartu kredit hilang maka transaksi akan langsung terjadi.

Baca juga : Cara Mengetahui ATM Mandiri Terblokir Atau Tidak

Tips Pencegahan terhadap penipuan kartu kredit

Perlu diingat bahwa penipuan kartu kredit bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja, karena kecanggihan teknologi juga membuat orang yang tidak bertanggung jawab mengambil celah atas kecerobohan yang mungkin Anda lakukan tanpa disadari. Oleh karena itu, dibutuhkan kewaspadaan dan kebijaksanaan dalam menjaga kerahasiaan dan keamanan kartu kredit yang digunakan untuk menghindari risiko pembobolan yang mungkin mengintai. 

Beberapa tips berikut mungkin bisa membantu Anda, simak selengkapnya.

  1. Simpan dan jaga kartu kredit Anda dengan hati-hati, jangan ditaruh di sembarang tempat.
  2. Jangan pernah menggunakan Wifi di tempat umum untuk melakukan transaksi online, untuk meminimalkan pelanggaran kartu kredit dari jaringan yang tidak aman.
  3. Jika Anda ingin melakukan transaksi online menggunakan kartu kredit, pilihlah situs belanja yang terpercaya dan memiliki track record yang baik di mesin pencari Google.
  4. Jika memungkinkan, jangan pernah menyimpan data pribadi seperti PIN kartu kredit di PC atau laptop atau di smartphone Anda. Karena bisa membuat orang yang tidak bertanggung jawab bisa memiliki niat buruk.

Akhir kata : 

Apa pun alasannya, jangan pernah mengungkapkan nomor kartu kredit penting yang Anda miliki. Karena informasi ini adalah informasi pribadi yang bahkan bank tidak berhak untuk mengetahuinya, jadi jagalah agar tetap aman. Waspadalah terhadap email yang masuk, karena banyak beredar email palsu yang mungkin meminta Anda untuk melakukan verifikasi dengan mengirimkan data pribadi kartu kredit.