Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Cara Mengatasi Mesin Diesel Cepat Panas

Cara Mengatasi mesin Diesel panas itu mudah sekali cukup dengan tambahkan air radiator, karena cara kerja mesin diesel pada mesin di ruang bakar akan menghasilkan menghasilkan energi mekanik untuk menggerakan piston dan memutar poros engkol untuk kemudian disalurkan ke roda sehinnga akan cepat panas.

9 Cara Mengatasi Mesin Diesel Cepat Panas

Semakin panas maka mesin diesel akan semakin efisien kerjanya, tetapi panas yang tersedia dibatasi oleh ketahanan panas piston dan kepala, yang biasanya terbuat dari aluminium atau besi tuang. 

Sebagian besar mesin Diesel dirancang untuk bekerja secara optimal pada suhu pengoperasian normal sekitar 195-220 °F, kondisi panas ideal yang akan menghasilkan kinerja maksimum dan konsumsi bahan bakar yang ideal.

Apa yang menyebabkan mesin Diesel cepat panas ?

Cuaca dengan suhu yang tinggi, ditambah dengan kondisi jalan yang padat dapat dengan mudah membuat mesin diesel cepat panas. 

Jika tidak memperhatikan kondisi ini, mesin bisa overheat atau kepanasan. Ketika kami menemukan bahwa mesin diesel yang digunakan mengalami masalah yang tidak biasa, maka Anda tidak perlu khawatir, karena semua masalah dan kerusakan ada solusinya. 

Berikut adalah 9 Cara Mengatasi mesin Diesel cepat panas

1. Cek dan ganti Penutup Radiator yang rusak

Tutup radiator merupakan bagian penting dari sistem pendingin mesin diesel. Tutup radiator berada di bagian atas radiator yang berfungsi untuk menjaga tekanan di dalam mesin diesel agar tidak panas dan menguap. 

Pada tutup radiator terdapat 2 katup yang berfungsi untuk menjaga volume air pendingin dan tekanan di dalam mesin diesel. Untuk itu, periksa tutup radiator secara berkala untuk kemungkinan kerusakan pada tutup radiator harus di ganti dengan yang baru.

2. Ganti Sensor Suhu yang rusak pada mesin diesel

Pada mesin diesel sekarang sudah melibatkan ECM atau ECU, sensor suhu dipasang di beberapa tempat. Sensor ini berfungsi untuk mengirimkan sinyal suhu ke ECM atau ECU dan Jika sensor temperatur ini mengalami kerusakan, maka sinyal tersebut tidak dapat terkirim dengan baik mesin diesel untuk dapat mengatur proses-proses yang terjadi terjadinya pembakaran. Sehingga dapat mencegah terjadinya panas berlebih / overheating.

3. Cek Sirip Radiator Tersumbat pada mesin diesel

Semakin lebar sirip radiator maka semakin mudah proses pelepasan panas dari radiator ke udara luar yang mengalir di antara tabung radiator ke mesin diesel. Jika pembuangan panas dapat berjalan dengan lancar, tentunya suhu mesin diesel dapat dipertahankan pada kisaran suhu yang stabil/normal. 

Bisa dibayangkan jika cooling fin pada radiator tersumbat karena benda kecil seperti serangga, kerikil dan sebagainya dan atau cooling fin yang penyok sehingga dapat meningkatkan kecenderungan overheating / panas berlebih pada mesin diesel .

4. Cek Campuran Air Pendingin 

Sekalipun semua sistem pendingin dapat bekerja dengan baik, namun tetap saja sistem pendingin tersebut tidak akan bekerja secara efektif dan optimal pada mesin diesel dan jika pendingin yang bersirkulasi tidak pada campuran yang tepat dan ideal. 

Coolant adalah campuran air dengan antibeku (antibeku) atau ethylene glycol. Aditif antibeku mencegah air pendingin membeku saat suhu mencapai 0oC dan mencegah air mendidih saat suhu mencapai 100oC.

5. Cek Kipas Radiator tidak Bekerja / Tersumbat

Kipas radiator terletak di belakang yang berfungsi untuk membantu aliran udara dari depan radiator melintasi sirip-sirip radiator agar proses pelepasan panas dari radiator ke luar mesin diesel dapat berjalan dengan lancar dan optimal.

6. Cek Pompa Air Selai

Pompa air terletak di belakang kipas radiator adalah  Pompa radiator berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin melalui water-jacket, menyerap panas dari hasil pembakaran yang kemudian disalurkan ke mesin diesel untuk proses pelepasan panas. Jadi Periksalah pompa radiator dari kerusakan paking dan/atau korosi.

7. Cek Termostat yang Terjebak / Macet

Termostat terletak di sekitar aliran air pendingin, baik di atas mesin atau di bawah pompa air. Thermostat berfungsi sebagai stopper atau pintu yang mengatur sirkulasi air pendingin agar tidak panas, saat mesin belum mencapai suhu ideal maka thermostat akan menutup aliran air dari water jacket menuju mesin diesel sehingga air pendingin hanya akan bersirkulasi di sekitar.

8. Cek Selang Radiator Yang Tersumbat

Pada umumnya sistem pendingin hanya memiliki dua saluran (selang) yaitu saluran atas dan saluran bawah. Selang atas mengalirkan air panas dari mesin ke mesin diesel sedangkan selang bawah mengalirkan air dingin dari radiator ke mesin.

9. Cek Kebocoran Pada Saluran Pendingin

Radiator dan jaket air terhubung ke selang atas dan bawah yang terbuat dari karet dan membuat Saluran ini sangat rawan bocor, terutama pada sambungan yang hanya diikat menggunakan klem sehingan mengakibatkan mesin Diesel cepat panas.

Demikianlah pembahasan tentang Cara Mengatasi mesin Diesel panas, semoga ulasan diatas dapat membantu.